Jumat, 30 Oktober 2020

Mau Staycation Seru Bareng Keluarga? Novus Giri Resort Puncak Jawabannya!

Oktober pastinya jadi bulan yang selalu mengesankan bagi saya. Pasalnya, saya memang terlahir di bulan tersebut dan Qodarulloh anak kedua pun lahir pada tanggal yang sama persis dengan saya. 14 Oktober. 

Usai mendekam di rumah hampir 8 bulan akibat pandemik Covid-19, finally kami bisa staycation. Jadi, ceritanya suami ngasih hadiah birthday berupa liburan ke puncak. Sebenarnya, saya agak khawatir melakukan trip masih pandemik kayak begini, apalagi bawa bayi. Tapi ya sudahlah... Bismillah.
So, akhir pekan lalu, kami berkesempatan bermalam di Novus Giri Puncak Resort & Spa. Lokasinya sudah lewat Puncak Pass mendekati Cipanas. 


Tiba di area resort comfy banget. Suasana udah bikin hati seneng ditambah staf hotelnya super ramah. Reservasi pun lancar jaya karena suami sudah booking sebelumnya. Eh ini beneran ramah banget para staf hotelnya, pokoknya someah kalau kata orang Sunda mah.

Ohya, ini kesukaan M dan B, ngambil camilan yang disediakan gratis sama pihak hotel. Cookiesnya enak banget kayak macaron sama telur gabus yang super lembut. Jadi, pengunjung boleh bebas ngambilnya lho!

Kamar yang Nyaman

Novus Giri memberi pilihan kamar yang variatif. Mulai dari harga termahal hingga standar. Meski terdiri dari berbagai tipe kamar, ada beberapa kesamaan dalam setiap jenis yang  menjadi fasilitas unggulan, di antaranya balkon dan teras yang keren banget! Kita jadi bisa nikmati udara segar pegunungan sambil santai gitu.

Kami ambil Deluxe pool view room. Emang niat banget nyari kamar yang pemandangannya langsung ke kolam renang gitu. Awalnya, dapat room yang viewnya valley, tapi suami gak suka. Alhamdulillah kami bisa upgrade room deh. 
Kami sengaja pilih paket family vacation yang ditawarkan Novus Giri. Rate roomnya sekitar 1.7 an udah include breakfast for 2 adult and 2 childrens. Senang banget pas nyampe kamar dapat welcoming fruit pula. Gratis!

Paling serunya, anak-anak takjub banget dengan kamar yang luas dan kamar mandinya dilengkapi bath tub plus water heater. Kebayang kan selama pandemik, anak-anak gak berenang. So, pada mandi deh terus menerus di bath tup hahahaha.

Kolam Renang 

Apalagi yang disukai nak-kanak kalo liburan di hotel? Berenang! Wuiihh... Buat ukuran hotel bintang empat, swimming pool Novus Giri Puncak memang gak terlalu besar. Tapi, suasana hutan alami dan pool side lounge terbuka bikin nyaman banget santai di sini. Baby R dan Mamak muter-muter sepanjang kolam karena ada kayak hutan-hutannya. Gak lupa Mamak bikin video anak-anak berenang sambil momong bayi!

Kedalaman kolamnya pun bervariasi. Mulai dari 1,5M, 1,7M, hingga 1,9M. Jarang banget kan hotel bintang empat menawarkan kolam renang yang dalem banget.

M udah heboh berenang. Karena B gak kuat dingin, dia sih asyik berendam di whirpool semacam jacuzzi gitu deh. Soalnya airnya hangat. Mamak sempat khawatir karena takut B tenggelam karena whirpoolnya lumayan gede. Alhamdulillah terhindar dari segala hal yang aneh-aneh. 

Rabbit Village & Kids Club

Buat liburan makin asyik, anak-anak bakal senang main di area Rabbit Village dan Kids Club. 
Jadi, di Novus Giri Puncak Resort & Spa ada Rabbit Village alias desa Kelinci. Kita bisa main dengan kelinci dan kasih makan kelinci. Pihak hotel ngasih kita wortel buat pakan kelincinya. Bisa foto-foto cantik juga di dalam area Rabbit Village.
Boring? Anak-anak bisa lanjut main di Kiss Club. Pihak resort mikirin banget deh biar anak gak bete selama liburan. Ada banyak mainan di sini, mulai dari perosotan, ayunan, arena bermain masakan dan lainnya. 


Sayangnya, karena saya mager, anak-anak gak sempat nyobain dua fasilitas ini. Hihihi kami malah senangnya tiduran aja di kamar. Pokoknya nikmatin tidur... tidur... dan tidur!

The Bamboo
Tempat makan yang disediakan Novus Giri Puncak namanya The Bamboo. Restorannya homy banget plus makanannya enak banget. Menu western hingga lokal tersaji. Kalo biasanya tamu bisa ambil sendiri aneka sajian, selama pandemik ini, staf hotel yang akan mengambilkan menu. Jadi, kita cuma nunjuk makanan yang dimau saja.

Pastinya, protokol kesehatan berlaku banget selama menginap di sini. Pengunjung hotel wajib pakai masker dan disediakan pula oleh pihak hotel. So far puas banget bisa staycation di Novus Giri puncak. Apalagi pulangnya dapat souvenir cute ini, mainan anak plus cokelat. Oh ya, selain itu kita juga dapat compliment voucher yang bisa dituker aneka food and beverages sebelum jam check-out tiba.

Novus Giri Puncak Resort & Spa Rekomended BANGET!
Alamat Novus Giri Puncak Resort & Spa:
Jalan Sindanglaya Raya No. 180, Sindanglaya, Cipanas










Kamis, 04 Juni 2020

Gloomy Friday

Every parent gets angry at his or her children sometimes. Yeah...  hari ini mood saya memang gak karuan. Sudah sering mengingatkan kiddos agar tidak menyimpan gelas beling sembarangan. Khawatir pecah dan membahayakan mereka sendiri. 

Finally kejadian juga deh. Untuk kedua kalinya. Ya, kedua kalinya. Saya marah. Kalo lagi marah dan gak mampu menahannya, in my mind: Ya Allah, I l've failed as a mother :(

I am knowing when getting angry not only don’t hurt them, I offer them a role model. Sebisa mungkin gak keluar kata-kata yang menyakiti. Tapi, marah temannya setan, bukan? Setan berusaha campur tangan terus ngipasin biar kesal melulu.

Jadi, saya menulis ini hanya untuk mengalihkan emosi yang masih ada sambil terus istighfar memohon ampun.

Sabtu, 21 April 2018

ISLAMIC BOOK FAIR 2018 - Talkshow bersama Gramedia Pustaka Utama

Alhamdulillah. Terima kasih atas kebaikan Allah yang tak terkira. Itu yang saya ucapkan pasca talkshow seru Gramedia Pustaka Utama di IBF kemarin (19 April 2018).

Betapa kemudahan dan semua kelancaran acara hanyalah semata karena Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

Meski di tengah acara talkshow sangat tidak fokus karena Binar yang merajuk mengantuk, Alhamdulillah semua bisa teratasi.

Terima kasih kepada Kak Dian dan Kak Ajeng dari pihak GPU yang luar biasa. Partner talkshow keren Kak Achi TM dan Kak Burhan selaku moderator cihuy serta audiens yang atraktif.

Moga ada ilmu yang tersampaikan dan kebaikan yang tersalurkan dalam talkshow kemarin.

IBF kali ini sangat spesial. Senang. Bahagia luar biasa terutama bisa berkunjung ke stand Kakak editor yang sholihah, Ammah Ika makasih untuk semuanya.

Melihat buku di mana-mana. Lautan manusia yang antusias memilah buku. Menguatkan saya bahwa literasi di Indonesia tak akan pernah mati.

Jadi, mari para penulis Indonesia berikan karya terbaik kita. 😊

Kamis, 29 Maret 2018

Terima Takdir Allah Saja

Pasrah! Siap Menjadi Janda Kapan Saja Ketika Tuhan Memanggilnya http://tz.ucweb.com/3_56gVX

5 Makanan Pembangkit Stamina

5 Makanan Pembangkit Stamina Pria, Nomor 4 Licin dan Kenyal http://tz.ucweb.com/3_56gHf

Minggu, 25 Maret 2018

Hati Hati Gendut!

Obesitas Pemicu Risiko Penyakit Ini, Empedu dan Darah Ular Sanca Obatnya http://tz.ucweb.com/3_4LGqV

Sabtu, 10 Maret 2018

Halal Haram Daging Binatang

Alhamdulillah. Buku baru.

Release Date: 26 February 2018. 

Teman-teman suka makan satai, sup daging, steik, atau hamburger? Rasanya pasti enak sekali! Daging memang salah satu sumber protein yang baik untuk tubuh kita.

Namun, apakah semua daging binatang boleh dimakan? Ternyata tidak! Di dalam Alquran dan hadis, Allah Swt. dan Rasulullah saw. telah mengatur daging binatang apasaja yang halal atau haram dimakan. Jadi, daging biantang apa saja yang boleh kitamakan dan mana yang tidak boleh? Yuk, cari tahu jawabannya di buku ini!

Halal Haram Daging Binatang akan menjelaskan binatang-binatang di sekitar kita dan boleh tidaknya daging tersebut dimakan manusia. Kalian pasti akan senang membaca buku ini karena binatangnya disusun secara alfabetis dan dilengkapi ilustrasi menarik dan bahasa yang mudah dimengerti.

Oh ya, dengan tambahan informasi tentang kuliner daging binatang dari seluruhdunia, pasti kamu akan semakin seru membacanya!

Senin, 05 Februari 2018

Komitmen Nulis? Bisa!

Based on aneka buku menulis yang saya baca, panduan dasar selama menulis ada tiga. Yaitu komitmen, improvisasi, dan penguasaan tata bahasa.

Kalau ketiganya sudah oke, dijamin kita mampu menyelesaikan naskah sampai tamat. Tidak ada cerita writer block atau mentok di tengah jalan.

Komitmen. It is important bagi penulis. Penting bingit buat ngebangun mental bahwa kita adalah penulis. Apalagi kalo kita ngaku-ngaku sebagai penulis profesional.

Bahas tentang komitmen dulu ya. Kalo saya pribadi mengambil komitmen menulis apa pun setiap hari. Abaikan alasan yang mengganggu kegiatan menulis. Yang penting dibutuhkan komitmen buat nulis... Hmmm lets say sejam sehari misalnya. Atau menulis cerpen everyday or bikin outline dan eksekusi.

Jujur itu berat. Tapi dengan cara memotivasi diri sendiri dan komitmen akan membuat diri kita mampu menyelesaikan naskah.

Pekerjaan apa pun itu butuh komitmen. Termasuk memilih menjadi penulis. Semuanya butuh komitmen dan itu emang enggak enak.

Tapi... Percaya deh. Hasilnya akan sebanding. Bahagia bisa melihat karya kita bermanfaat bagi pembaca.

Sanggup berkomitmen?


Yuk, yang mau seri Tauhid For Kids, bisa pesan langsung ke saya. Boleh request kata mutiara dan tandatangan juga.

Minggu, 04 Februari 2018

Menulis Itu...

Menulis itu tak hanya sekadar kegiatan merangkai kata sebagai hobi atau profesi yang menyenangkan, melainkan suatu kegiatan yang mempunyai tanggung jawab moral. Itu menurut saya.

Jadi, membuat cuitan atau status di media sosial pun harus dipikirkan. Bukan melecehkan atau membuat candaan tak berguna. Apalagi tujuannya menjilat atau membela kepentingan golongan.

Happy Monday, everyone! 😊

Naskah Ditolak?

Kalau naskah yang kita kirim ke penerbit terus ditolak bagaimana? Tetap harus bersyukur.

Kalau kita merasa naskah itu sudah bagus, coba kirim ke penerbit lain. Soalnya penolakan naskah terkadang bukan karena naskah itu jelek, tetapi karena hal-hal yang bersifat non teknis.

Terpenting, naskah yang ditolak jangan sekali -sekali dibuang. Upgrade naskahnya, daur ulang naskahnya. Pada kesempatan lain, semoga si naskah berjodoh terbit.
Jangan lupa langitkan doa selalu. 😊

Wahai Allah Yang Maha Membuka... Wahai Allah Yang Maha Memberi Rezeki... Ubahlah keadaan kami kepada keadaan yang lebih baik lagi.

Naskah "Pelota Tidak Suka Matahari" ini sempat ditolak oleh salah satu penerbit, lho. Namun, saya tak pantang menyerah. Mengubahnya dan mempercantiknya kembali lalu mengirimkan ke penerbit berbeda. Alhamdulillah... terbit juga di penerbit TaliKata :)

Jangan pernah berputus asa dan selalu berusaha. Itu kuncinya untuk menjadi penulis yang baik. Selamat menulis semuanya!

Boardbook Series

Children's books are generally light on pages, which makes each word all the more valuable. Bernilai.

Oleh karena itu, sebagai penulis bacaan anak harus jeli menyisipkan pesan tanpa menggurui.

Menyederhanakan kata, tapi tak kehilangam makna. Make it simple, but not lost meaning.

Buat cerita yang mudah dimengerti pembaca (anak n orangtua). Make the story more understandable to your reader. 😊

Coming soon. InsyaAlloh seri buku ini akan segera terbit. Banyak nilai yang didapat. Tauhid for toddler. Seri Balitaku Saleh.

Minggu, 24 Desember 2017

Belajar Bersama

Selalu mempunyai keinginan untuk bisa bermanfaat kepada setiap orang. Hari ini, belajar menulis seperti biasanya.

Satu anak fokus menulis pictorial book.
Lainnya, senang membuat komik.

Belajar bersama menyengkan.

Senin, 27 November 2017

Mengajak Kebaikan

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم:

*من دَلَّ على خيرٍ فله مثلُ أجرِ فاعلِه*

Rasulullah Shalallahu A'laihi Wassalam berkata:

*Man dalla 'ala khoirin falahu mitslu ajri faa'ilihi*

Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya
(HR. Muslim no. 1893)

Bukan berarti saya adalah orang baik dan pintar. Justru saya masih faqir ilmu. Tidak ada apa-apanya. Masih belajar untuk bekal akhirat kelak.

Mengajak kebaikan sekaligus bagi saya untuk introspeksi.

Kamis, 12 Oktober 2017

Ritual Sebelum Tidur

Sebelum tidur, saya punya kebiasaan membacakan kisah pengantar cerita bagi anak-anak. M dan B boleh memilih buku mana yang akan saya bacakan. Biasanya, mereka akan saling berebutan agar saya membacakan buku pilihannya duluan. Tak ada istilah kakak lahir duluan atau adik harus mengalah, tetapi saya menerapkan adil bagi keduanya. Tentu adil menurut saya dikondisikan sesuai  anak-anak ya. Artinya, siapa yang pertama memberikan buku pilihan, mendapatkan giliran awal dibacakan bukunya.

Menurut saya, membacakan cerita menjelang tidur banyak manfaatnya bagi anak. Selain untuk bonding (kelekatan antara anak dan orang tua), kemampuan linguistik anak berkembang, Insya Alloh. Jika mendapatkan kata baru, mereka akan antusias bertanya maksudnya apa.

Biasanya, usai membaca suatu cerita, saya akan bertanya tentang hikmah yang didapat. Misalnya ketika dibacakan buku seri Tauhid “Jangan Takut Hantu”, B dan M akan berceloteh tentang isi buku tersebut.

“Tuh, hantu gak bisa dilihat de sama kita. Jadi dede gak usah takut hantu,” ujar M kepada B.

“Gak kok. Dede gak takut hantu, Ka! Kan kata mbu, hantu ciptaan Allah. Iya kan, Mbu? Allah yang buat hantu ya?”

“Terus kalo hantu tinggalnya di mana, Mbu?”

“Memangnya setan jahat ya?”

“Kalo jin itu apa, sih, Mbu? Temennya hantu ya?”

“Ke kamar mandi malem-malem gak usah takut, De!”

Dan…. Masih banyak percakapan yang lain. Kadang saya suka takjub sama keduanya.  Lalu saya akan jawab pertanyaan mereka dengan bahasa yang sederhana. Kemudian berlanjut ke sesi berdoa sebelum tidur dan praktik adab sebelum tidur.

Membacakan kisah kepada  M dan B. Mengajarkan mereka mencintai ilmu. Belajar tentang tauhid sejak dini. Belajar  apa pun tentang keimanan terhadap Allah. Semoga Allah merahmati.

Good night, M n B!

Sleep well.


Always remember Allah.

Kamis, 14 September 2017

Membiarkan Proses

Saya mesti menguatkan diri saya untuk membiarkan proses yang terjadi pada M. 
Lelaki kecil saya sedang belajar untuk mandiri. Menikmati tiap kesenangan yang terjadi di lingkungan barunya. Sekolah yang membuatnya mengerti bahwa akan ada banyak anak yang berbeda dengan dirinya.

M akan bertemu anak yang tidak selembut dirinya.
M akan bertemu anak yang tidak sependiam dirinya.
M akan menemukan bahwa banyak anak yang bisa saja terlalu ekspresif, teman yang menyenangkan, atau bahkan teman yang menakutkan.

Lelaki kecil saya sedang berproses. Mestinya saya harus membiarkannya menjalankan proses tanpa tekanan. Harusnya saya selalu mendukungnya, bukan sesegera mungkin menginginkan dirinya mampu ke sekolah tanpa harus ditemani.

17 Juli 2017 awal masuk sekolah.
15 September 2017 detik ini.
Ini masih terlalu singkat untuk membuatnya "terpaksa" sendirian.



Sabtu, 11 Maret 2017

Kirim Naskah, Yuk!

Berikut aturan kirim naskah ke Penerbit Anak Kita. Saya mengambil panduannya langsung dari web penerbitnya ya. Monggo :)

Punya naskah yang ingin diterbitkan? Punya ide naskah yang ingin didiskusikan? 
Redaksi Anakkita menerima naskah-naskah yang berhubungan dengan anak dan parenting. 
Silakan kirimkan ke Redaksi Anakkita di alamat redaksi:
Jl. Haji Montong No. 57 Ciganjur Jagakarsa Jakarta Selatan 12630
atau email ke: redaksi@anakkita.co.id
Cara mengirimkan naskah: 
• Naskah lengkap 
1. Naskah asli, bukan saduran ataupun terjemahan.
2. Diketik dengan kerapatan 1 spasi.
3. Panjang naskah: 100 s/d 150 halaman A4.
4. Menggunakan font Calibri 11 atau standar ms. Word yang digunakan.
5. Menggunakan Bahasa Indonesia.
6. Isi dan materi yang disertakan dalam naskah tidak melanggar Hak Cipta pihak lain. 
7. Sertakan juga outline singkat yang menceritakan isi naskah yang dikirimkan.
8. Naskah dilengkapi dengan profil penulis, alamat lengkap dan nomor telepon yang bisa dihubungi. 
9. Naskah bisa dikirimkan dalam bentuk file (softcopy) maupun bentuk cetak (hardcopy) 

• Naskah KOMIK:
1. Naskah komik asli buatan komikus sendiri. 
2. Panjang komik: 100 halaman, ukuran 14,5 x 21 cm.
3. Menggunakan Bahasa Indonesia.
4. Isi dan materi komik tidak melanggar Hak Cipta pihak lain. 
5. Sertakan outline singkat yang menceritakan isi komik, jalan cerita, dan penokohan di dalam komik. 
6. Naskah dilengkapi dengan profil penulis, alamat lengkap dan nomor telepon yang bisa dihubungi. 
7. Naskah dikirimkan dalam bentuk file JPG ke email: redaksi@anakkita.co.id

Masa Seleksi Naskah
Naskah yang dikirimkan ke redaksi akan didiskusikan dalam proses seleksi naskah. Penulis akan mendapatkan informasi tentang naskahnya selambat-lambatnya 3 bulan (tiga bulan) dari tanggal penerimaan naskah. Naskah hardcopy yang tidak lolos proses seleksi akan dikirimkan kembali ke alamat yang dicantumkan penulis.

Kontrak Penerbitan
• Penulis yang naskahnya lolos seleksi akan menandatangani kontrak penerbitan buku dan atau ebook.
• Penerbit Anakkita cenderung melakukan kontrak penerbitan dengan system royalti 10%.
• Royalti yang diterima oleh penulis adalah 10% dari harga buku yang terjual. Penulis juga berhak mendapatkan uang muka royalty pada saat bukunya mulai beredar

Senin, 23 Januari 2017

LIRIK PENERBIT

Penerbit mana yang mau kita kirimin naskah?

Monggo. Pilih yang kita suka. Ada ratusan penerbit di negeri tercinta ini. Lirik yang kita mau. Kalau gak punya koneksi orang dalam penerbitan, ya mbok cari sendiri, toh!
Sebagian dari penerbit punya website yang bisa kita pantengin. Kalo kita minat, ya sudah tawarin diri kita pada mereka.

Aktif di milis or komunitas penulis juga bisa jadi sarana dapatin info penerbit. Biasanya, para penerbit suka kirim info cari naskah. Baca deh ketentuan sama syarat yang diberikan penerbit. Kalo kita ngerasa cocok, langsung kirim deh si naskah.

Jangan lupa doa biar sukses sampe ke meja redaksi.

SISTEM PEMBAYARAN 

Terus gimana sistem pembayarannya? Ada penerbit yang beli putus, ada yang sistem royalti misalnya 10 – 15 persen. Kalo royalti yang kita dapat sebesar 10 persen, artinya kita dapat sepersepuluh dari harga buku yang terjual.

Normally, pembayaran royalti dilakukan per semester alias 6 bulan sekali. Biasanya kalo penulis baru, posisi tawarnya alias bargaining positionnya rendah alias kita cuma bisa terima nasib #eh

Maksudnya kita cuma bisa terima begitu saja. Soalnya kita belum bisa negosiasi. Later, kalo kita udah punya nama, baru deh bisa bernegosiasi.

Yuk, mulai lirik penerbit yang bonafid. Jangan tertipu sama penerbit yang suka ngulur-ngulur pembayaran royalti.

Carilah penerbit yang mengutamakan kesejahteraan penulisnya.

Biasanya, penerbit yang gede dan cihuy sudah punya sistem yang keren. Ya... mungkin mereka akan lama memproses naskah kita. Tapi kita AMAN.

Enjoykanlah!
Source: Internet

NB. Saya lagi bahagia karena dapat kabar naskah lolos salah satu penerbit cihuy. Alhamdulillah. :)

Jumat, 20 Januari 2017

NASKAH UDAH JADI TERUS DIAPAIN?

Yippie... akhirnya masterpiece kelar. Naskah udah rampung. Kita sorak segembira mungkin. Rayakan keberhasilan karena mampu sampe garis finish. Eh... beneran ya? Feel the same? Seneng banget kalo naskah kita udah jadi.

Terus kalo udah jadi mesti gimana? Percantiklah tampilan naskah yang kita buat biar penerbit melirik. Caranya bisa dengan menambahkan endorsment pada naskah tersebut.

Kalian pernah lihat di sampul belakang buku suka nemuin komentar-komentar dari artis atau orang terkenal? Nah, itu namanya endorser!

Buku-buku saya seperti "EO For Teen, Prince n Princess Kisah 1001 Malam, dan beberapa lainnya pake endorser. Ada yang dari temen penulis, ada yang dari pengamat perbukuan. Ngefek banget sih menurut saya mah. Pernah buku saya yang sempat jadi best seller diendors sama orang wow. Eh... jangan-jangan karena si WOW itu buku saya jadi best seller ya ^_^

Endorser itu bisa buat promosiin naskah buku. Endorser bisa siapa saja. Namun, biasanya orang-orang terkenal semacam artis, tokoh politik, atlit olahraga, pengusaha, sutradara, pengamat seni, penulis.

Dapetin endorser caranya gimana? Gampang! Kita gak harus kenal calon endorser kok. Kita bisa cari data endorser yang kita mau di internet. Bisa lewat web, milis penulis, komunitas seni, dan lainnya.

Ngomong-ngomong tentang endorser, laki-laki yang sekarang jadi suami saya itu awalnya dari pedekate permintaan endors, lho! Hahay... hebat ya? Dua tujuan tercapai. Sukses dapat endors plus bisa jadi pasangan hidup. Yang kepo ceritanya bisa komen di bawah ya. Siapa tahu saya nanti bikin postingan khusus tentang ini hihihi *Please jangan muntah semuanya*

Eniwei... kalo pun naskah kita mau dibaca oleh first reader dulu, please learn to take criticism and seek it out at every opportunity. Don’t get upset, even if you think the criticism is harsh. Lah... tujuan dibaca kan salah satunya untuk dapat masukan ya? bener apa bener?

Don’t be offended even if you think it’s wrong.Terpenting always thank those who take the time to offer it. Jarang lho ada orang yang mau baca naskah kita sampe finish tanpa dibayar kecuali teman tercihuy kita.

Nah, si naskah udah ada endorsernya. Makin mantaplah naskah buku kita. Terus langkah selanjutnya adalah lirik penerbit. Ada banyak ratusan penerbit di Indonesia. Pilih aja yang kita suka....

Kamis, 19 Januari 2017

TIPS MENULIS ALA EMAK

"Kok masih bisa nulis padahal punya bocil aktif? Gimana bagi waktunya, Mbak?"
"Mbak kan punya 2 balita super aktif, dagang pula, kapan nulisnya? Itu bukunya ada lagi yang terbit?"

Gak sekali dua kali saya mendapat pertanyaan seperti itu. Hmm... gak plek kayak gitu. Kurang lebih seperti itu redaksinya. Para penanya suka heran karena saya masih bisa menulis (produktif) walaupun nulis status facebook padahal kayaknya termasuk emak super rempong.

Eh tapi beneran... beberapa buku saya yang terbit, proses pengerjaannya ketika saya sedang hamil, kondisi menyusui, bahkan buku seri Sparkling Princess, saya kerjakan ketika si dua anak aktif ini lagi kondisi sibling rivalry, dan buku “Pesan Nabi” dibikin ketika proses weaning baby B. See... rempong tak terbantahkan ya.

Begini.... saya kasih tahu ya!

<3Buat Target
Saya punya target misalnya bikin cerpen dan kirim ke media per minggu. Nah, dulu waktu zaman masih single, saya punya target harian bikin satu cerpen. Gak kerasa itu bisa jadi bank naskah, lho! Memang gak bisa bagus atau keren seketika. Si tulisan mesti diendapkan biar nanti ketahuan mana yang enak or gak (penyuntingan). Learn the rules of good writing pokonya mah.

<3 Komitmen Menulis
Bagi saya, menulis memang menjadi ladang penghasilan. Jadi, mau gak mau, terpaksa atau gak, saya mesti menulis biar periuk nasi tetap terisi. Hihihi...

<3 Rajin Cari Peluang
Punya kuota internet yang banyak bisa dimanfaatkan buat kepoin web nya para penerbit, medsosnya para pegiat literasi, atau ikutan milis, grup, or komunitas menulis. Biasanya, saya mendapat info-info peluang nulis ya dari situ. Lihat syarat dan ketentuannya.... CLING! Kirim deh naskahnya. Sambil nunggu si naskah dapat kabar, ya cari peluang lainnya!

<3 Jadwal Mulus, Anak keurus
Pasca jadi emak-emak bahagia, jadwal nulis saya pun bergeser. Kalo dulu, sepulang kerja bisa nulis seharian, ketika weekend bisa nulis sampe pagi. Beres nulis langsung tidur seharian. Bablas!

Nah, kalo sekarang? Saya gak bisa egois. Nulis sepanjang waktu terus tidur seharian, sementara anak-anak terbengkalai #eh. So, jadwal saya kayak burung hantu tetep gak berubah. Tapi, saya mesti harus bangun pagi juga buat para bocil. Hi.... I am an Owl!

<3 Try Not to Edit While You’re Creating Your First Draft
Saya sih gak pernah ngebiasain edit tulisan langsung. Maksudnya, kan ada tuh orang yang nulis selesai bab 1 terus edit. Lanjut bab 2 lalu edit lagi. Kalo saya mah gak gitu.

Creating and editing are two separate processes using different sides of the brain, and if you try doing both at once you’ll lose. Seriusan. Nulis aja dulu. Kalo udah kelar, baru deh penyuntingan.

<3 Buat bekal amal
Pasca menikah, tujuan nulis saya udah beda banget. Kalo awal terjun ke dunia penulisan tujuannya buat eksis dan aktualisasi diri, sekarang lebih condong ke persiapan buat kelak (wih... berat amat, Mak!).

Saya gak mau tulisan yang dibikin malah membuat orang jadi maksiat atau lupa kebaikan. Saya penginnya nulis itu bisa jadi amal kebaikan saya di akhirat (hiks!)

Tips menulis ala emak daster user ini gak mesti plek diikuti ya. Saya posting ini buat penyemangat semua orang yang pengin jadi penulis. Khususon buat para emak yang pengin kembangin bakat menulisnya.

Enjoykanlah!

Selasa, 10 Januari 2017

MENULIS ITU MUDAH!

"Menulis mah gampang pisan!"
"Menulis... pekerjaan yang menyenangkan dan menghasilkan!"
"Bikin cerpen... satu jam juga beres!"

Kalimat tersebut pastinya muncul dari orang yang memang hobi menulis dan orang yang sudah “jadi” penulis. Bagi mereka, pekerjaan yang menyenangkan dan memberikan penghasilan ya memang menulis.

Namun, bagi teman-teman yang baru sebatas punya keinginan menjadi penulis, pastinya punya pendapat yang berbeda.

"Hiks... kok buntu tulisannya!"
"Aduh... gimana caranya mencari ide yang keren biar tulisannya jadi bagus!"
"Kok susah, sih! Mana waktunya mepet nulisnya!"

Memang bagi young writers alias penulis pemula -atau pemula dalam hal apa pun- selalu merasa mengerjakan apa pun sulit. Plus ada saja kendalanya. Belum lagi ide yang sulit didapat atau menulisnya tergopoh-gopoh.

Kalaupun sudah menjadi tulisan selalu merasa garing. Belum menarik atau writeable. Sedihnya lagi, menganggap sudah tak ada ide. Karena ide tulisan yang didapat sudah ada orang lain yang membuatnya.

Lho... memangnya ide bisa habis? Gak sama sekali! Justru ide baru akan terus bermunculan seiring dunia yang masih terus ada. Misalnya saja, tentang masakan. Huaah... berapa banyak chef-chef baru yang bermunculan menyajikan resep anyar.

Nah, jelas banget kalau ide justru gak pernah habis. Gak mesti mencari ide yang bombastis atau fantastis atau spektakuler ketika membuat sebuah buku bagi young writers. Memang sih ketika kita menulis buku pertama kali, penginnya pembaca memandang wah ide kita.

"Keren banget! Penulis baru tapi idenya luar biasa!"
"Wah... calon penulis best seller nih. Karyanya bombastis! Kalah deh penulis profesional!"

Dan segala sanjungan puja puji bikin semriwing hati.

Terus bagaimana mendapatkan ide biasa yang bikin tulisan jadi luar biasa? Hmm... banyak ide di mana-mana.

To be continued.