Minggu, 04 Februari 2018

Menulis Itu...

Menulis itu tak hanya sekadar kegiatan merangkai kata sebagai hobi atau profesi yang menyenangkan, melainkan suatu kegiatan yang mempunyai tanggung jawab moral. Itu menurut saya.

Jadi, membuat cuitan atau status di media sosial pun harus dipikirkan. Bukan melecehkan atau membuat candaan tak berguna. Apalagi tujuannya menjilat atau membela kepentingan golongan.

Happy Monday, everyone! 😊

Naskah Ditolak?

Kalau naskah yang kita kirim ke penerbit terus ditolak bagaimana? Tetap harus bersyukur.

Kalau kita merasa naskah itu sudah bagus, coba kirim ke penerbit lain. Soalnya penolakan naskah terkadang bukan karena naskah itu jelek, tetapi karena hal-hal yang bersifat non teknis.

Terpenting, naskah yang ditolak jangan sekali -sekali dibuang. Upgrade naskahnya, daur ulang naskahnya. Pada kesempatan lain, semoga si naskah berjodoh terbit.
Jangan lupa langitkan doa selalu. 😊

Wahai Allah Yang Maha Membuka... Wahai Allah Yang Maha Memberi Rezeki... Ubahlah keadaan kami kepada keadaan yang lebih baik lagi.

Naskah "Pelota Tidak Suka Matahari" ini sempat ditolak oleh salah satu penerbit, lho. Namun, saya tak pantang menyerah. Mengubahnya dan mempercantiknya kembali lalu mengirimkan ke penerbit berbeda. Alhamdulillah... terbit juga di penerbit TaliKata :)

Jangan pernah berputus asa dan selalu berusaha. Itu kuncinya untuk menjadi penulis yang baik. Selamat menulis semuanya!

Boardbook Series

Children's books are generally light on pages, which makes each word all the more valuable. Bernilai.

Oleh karena itu, sebagai penulis bacaan anak harus jeli menyisipkan pesan tanpa menggurui.

Menyederhanakan kata, tapi tak kehilangam makna. Make it simple, but not lost meaning.

Buat cerita yang mudah dimengerti pembaca (anak n orangtua). Make the story more understandable to your reader. 😊

Coming soon. InsyaAlloh seri buku ini akan segera terbit. Banyak nilai yang didapat. Tauhid for toddler. Seri Balitaku Saleh.

Minggu, 24 Desember 2017

Belajar Bersama

Selalu mempunyai keinginan untuk bisa bermanfaat kepada setiap orang. Hari ini, belajar menulis seperti biasanya.

Satu anak fokus menulis pictorial book.
Lainnya, senang membuat komik.

Belajar bersama menyengkan.

Senin, 27 November 2017

Mengajak Kebaikan

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم:

*من دَلَّ على خيرٍ فله مثلُ أجرِ فاعلِه*

Rasulullah Shalallahu A'laihi Wassalam berkata:

*Man dalla 'ala khoirin falahu mitslu ajri faa'ilihi*

Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya
(HR. Muslim no. 1893)

Bukan berarti saya adalah orang baik dan pintar. Justru saya masih faqir ilmu. Tidak ada apa-apanya. Masih belajar untuk bekal akhirat kelak.

Mengajak kebaikan sekaligus bagi saya untuk introspeksi.

Kamis, 12 Oktober 2017

Ritual Sebelum Tidur

Sebelum tidur, saya punya kebiasaan membacakan kisah pengantar cerita bagi anak-anak. M dan B boleh memilih buku mana yang akan saya bacakan. Biasanya, mereka akan saling berebutan agar saya membacakan buku pilihannya duluan. Tak ada istilah kakak lahir duluan atau adik harus mengalah, tetapi saya menerapkan adil bagi keduanya. Tentu adil menurut saya dikondisikan sesuai  anak-anak ya. Artinya, siapa yang pertama memberikan buku pilihan, mendapatkan giliran awal dibacakan bukunya.

Menurut saya, membacakan cerita menjelang tidur banyak manfaatnya bagi anak. Selain untuk bonding (kelekatan antara anak dan orang tua), kemampuan linguistik anak berkembang, Insya Alloh. Jika mendapatkan kata baru, mereka akan antusias bertanya maksudnya apa.

Biasanya, usai membaca suatu cerita, saya akan bertanya tentang hikmah yang didapat. Misalnya ketika dibacakan buku seri Tauhid “Jangan Takut Hantu”, B dan M akan berceloteh tentang isi buku tersebut.

“Tuh, hantu gak bisa dilihat de sama kita. Jadi dede gak usah takut hantu,” ujar M kepada B.

“Gak kok. Dede gak takut hantu, Ka! Kan kata mbu, hantu ciptaan Allah. Iya kan, Mbu? Allah yang buat hantu ya?”

“Terus kalo hantu tinggalnya di mana, Mbu?”

“Memangnya setan jahat ya?”

“Kalo jin itu apa, sih, Mbu? Temennya hantu ya?”

“Ke kamar mandi malem-malem gak usah takut, De!”

Dan…. Masih banyak percakapan yang lain. Kadang saya suka takjub sama keduanya.  Lalu saya akan jawab pertanyaan mereka dengan bahasa yang sederhana. Kemudian berlanjut ke sesi berdoa sebelum tidur dan praktik adab sebelum tidur.

Membacakan kisah kepada  M dan B. Mengajarkan mereka mencintai ilmu. Belajar tentang tauhid sejak dini. Belajar  apa pun tentang keimanan terhadap Allah. Semoga Allah merahmati.

Good night, M n B!

Sleep well.


Always remember Allah.

Kamis, 14 September 2017

Membiarkan Proses

Saya mesti menguatkan diri saya untuk membiarkan proses yang terjadi pada M. 
Lelaki kecil saya sedang belajar untuk mandiri. Menikmati tiap kesenangan yang terjadi di lingkungan barunya. Sekolah yang membuatnya mengerti bahwa akan ada banyak anak yang berbeda dengan dirinya.

M akan bertemu anak yang tidak selembut dirinya.
M akan bertemu anak yang tidak sependiam dirinya.
M akan menemukan bahwa banyak anak yang bisa saja terlalu ekspresif, teman yang menyenangkan, atau bahkan teman yang menakutkan.

Lelaki kecil saya sedang berproses. Mestinya saya harus membiarkannya menjalankan proses tanpa tekanan. Harusnya saya selalu mendukungnya, bukan sesegera mungkin menginginkan dirinya mampu ke sekolah tanpa harus ditemani.

17 Juli 2017 awal masuk sekolah.
15 September 2017 detik ini.
Ini masih terlalu singkat untuk membuatnya "terpaksa" sendirian.