Minggu, 24 Desember 2017

Belajar Bersama

Selalu mempunyai keinginan untuk bisa bermanfaat kepada setiap orang. Hari ini, belajar menulis seperti biasanya.

Satu anak fokus menulis pictorial book.
Lainnya, senang membuat komik.

Belajar bersama menyengkan.

Senin, 27 November 2017

Mengajak Kebaikan

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم:

*من دَلَّ على خيرٍ فله مثلُ أجرِ فاعلِه*

Rasulullah Shalallahu A'laihi Wassalam berkata:

*Man dalla 'ala khoirin falahu mitslu ajri faa'ilihi*

Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya
(HR. Muslim no. 1893)

Bukan berarti saya adalah orang baik dan pintar. Justru saya masih faqir ilmu. Tidak ada apa-apanya. Masih belajar untuk bekal akhirat kelak.

Mengajak kebaikan sekaligus bagi saya untuk introspeksi.

Kamis, 12 Oktober 2017

Ritual Sebelum Tidur

Sebelum tidur, saya punya kebiasaan membacakan kisah pengantar cerita bagi anak-anak. M dan B boleh memilih buku mana yang akan saya bacakan. Biasanya, mereka akan saling berebutan agar saya membacakan buku pilihannya duluan. Tak ada istilah kakak lahir duluan atau adik harus mengalah, tetapi saya menerapkan adil bagi keduanya. Tentu adil menurut saya dikondisikan sesuai  anak-anak ya. Artinya, siapa yang pertama memberikan buku pilihan, mendapatkan giliran awal dibacakan bukunya.

Menurut saya, membacakan cerita menjelang tidur banyak manfaatnya bagi anak. Selain untuk bonding (kelekatan antara anak dan orang tua), kemampuan linguistik anak berkembang, Insya Alloh. Jika mendapatkan kata baru, mereka akan antusias bertanya maksudnya apa.

Biasanya, usai membaca suatu cerita, saya akan bertanya tentang hikmah yang didapat. Misalnya ketika dibacakan buku seri Tauhid “Jangan Takut Hantu”, B dan M akan berceloteh tentang isi buku tersebut.

“Tuh, hantu gak bisa dilihat de sama kita. Jadi dede gak usah takut hantu,” ujar M kepada B.

“Gak kok. Dede gak takut hantu, Ka! Kan kata mbu, hantu ciptaan Allah. Iya kan, Mbu? Allah yang buat hantu ya?”

“Terus kalo hantu tinggalnya di mana, Mbu?”

“Memangnya setan jahat ya?”

“Kalo jin itu apa, sih, Mbu? Temennya hantu ya?”

“Ke kamar mandi malem-malem gak usah takut, De!”

Dan…. Masih banyak percakapan yang lain. Kadang saya suka takjub sama keduanya.  Lalu saya akan jawab pertanyaan mereka dengan bahasa yang sederhana. Kemudian berlanjut ke sesi berdoa sebelum tidur dan praktik adab sebelum tidur.

Membacakan kisah kepada  M dan B. Mengajarkan mereka mencintai ilmu. Belajar tentang tauhid sejak dini. Belajar  apa pun tentang keimanan terhadap Allah. Semoga Allah merahmati.

Good night, M n B!

Sleep well.


Always remember Allah.

Kamis, 14 September 2017

Membiarkan Proses

Saya mesti menguatkan diri saya untuk membiarkan proses yang terjadi pada M. 
Lelaki kecil saya sedang belajar untuk mandiri. Menikmati tiap kesenangan yang terjadi di lingkungan barunya. Sekolah yang membuatnya mengerti bahwa akan ada banyak anak yang berbeda dengan dirinya.

M akan bertemu anak yang tidak selembut dirinya.
M akan bertemu anak yang tidak sependiam dirinya.
M akan menemukan bahwa banyak anak yang bisa saja terlalu ekspresif, teman yang menyenangkan, atau bahkan teman yang menakutkan.

Lelaki kecil saya sedang berproses. Mestinya saya harus membiarkannya menjalankan proses tanpa tekanan. Harusnya saya selalu mendukungnya, bukan sesegera mungkin menginginkan dirinya mampu ke sekolah tanpa harus ditemani.

17 Juli 2017 awal masuk sekolah.
15 September 2017 detik ini.
Ini masih terlalu singkat untuk membuatnya "terpaksa" sendirian.



Sabtu, 11 Maret 2017

Kirim Naskah, Yuk!

Berikut aturan kirim naskah ke Penerbit Anak Kita. Saya mengambil panduannya langsung dari web penerbitnya ya. Monggo :)

Punya naskah yang ingin diterbitkan? Punya ide naskah yang ingin didiskusikan? 
Redaksi Anakkita menerima naskah-naskah yang berhubungan dengan anak dan parenting. 
Silakan kirimkan ke Redaksi Anakkita di alamat redaksi:
Jl. Haji Montong No. 57 Ciganjur Jagakarsa Jakarta Selatan 12630
atau email ke: redaksi@anakkita.co.id
Cara mengirimkan naskah: 
• Naskah lengkap 
1. Naskah asli, bukan saduran ataupun terjemahan.
2. Diketik dengan kerapatan 1 spasi.
3. Panjang naskah: 100 s/d 150 halaman A4.
4. Menggunakan font Calibri 11 atau standar ms. Word yang digunakan.
5. Menggunakan Bahasa Indonesia.
6. Isi dan materi yang disertakan dalam naskah tidak melanggar Hak Cipta pihak lain. 
7. Sertakan juga outline singkat yang menceritakan isi naskah yang dikirimkan.
8. Naskah dilengkapi dengan profil penulis, alamat lengkap dan nomor telepon yang bisa dihubungi. 
9. Naskah bisa dikirimkan dalam bentuk file (softcopy) maupun bentuk cetak (hardcopy) 

• Naskah KOMIK:
1. Naskah komik asli buatan komikus sendiri. 
2. Panjang komik: 100 halaman, ukuran 14,5 x 21 cm.
3. Menggunakan Bahasa Indonesia.
4. Isi dan materi komik tidak melanggar Hak Cipta pihak lain. 
5. Sertakan outline singkat yang menceritakan isi komik, jalan cerita, dan penokohan di dalam komik. 
6. Naskah dilengkapi dengan profil penulis, alamat lengkap dan nomor telepon yang bisa dihubungi. 
7. Naskah dikirimkan dalam bentuk file JPG ke email: redaksi@anakkita.co.id

Masa Seleksi Naskah
Naskah yang dikirimkan ke redaksi akan didiskusikan dalam proses seleksi naskah. Penulis akan mendapatkan informasi tentang naskahnya selambat-lambatnya 3 bulan (tiga bulan) dari tanggal penerimaan naskah. Naskah hardcopy yang tidak lolos proses seleksi akan dikirimkan kembali ke alamat yang dicantumkan penulis.

Kontrak Penerbitan
• Penulis yang naskahnya lolos seleksi akan menandatangani kontrak penerbitan buku dan atau ebook.
• Penerbit Anakkita cenderung melakukan kontrak penerbitan dengan system royalti 10%.
• Royalti yang diterima oleh penulis adalah 10% dari harga buku yang terjual. Penulis juga berhak mendapatkan uang muka royalty pada saat bukunya mulai beredar

Senin, 23 Januari 2017

LIRIK PENERBIT

Penerbit mana yang mau kita kirimin naskah?

Monggo. Pilih yang kita suka. Ada ratusan penerbit di negeri tercinta ini. Lirik yang kita mau. Kalau gak punya koneksi orang dalam penerbitan, ya mbok cari sendiri, toh!
Sebagian dari penerbit punya website yang bisa kita pantengin. Kalo kita minat, ya sudah tawarin diri kita pada mereka.

Aktif di milis or komunitas penulis juga bisa jadi sarana dapatin info penerbit. Biasanya, para penerbit suka kirim info cari naskah. Baca deh ketentuan sama syarat yang diberikan penerbit. Kalo kita ngerasa cocok, langsung kirim deh si naskah.

Jangan lupa doa biar sukses sampe ke meja redaksi.

SISTEM PEMBAYARAN 

Terus gimana sistem pembayarannya? Ada penerbit yang beli putus, ada yang sistem royalti misalnya 10 – 15 persen. Kalo royalti yang kita dapat sebesar 10 persen, artinya kita dapat sepersepuluh dari harga buku yang terjual.

Normally, pembayaran royalti dilakukan per semester alias 6 bulan sekali. Biasanya kalo penulis baru, posisi tawarnya alias bargaining positionnya rendah alias kita cuma bisa terima nasib #eh

Maksudnya kita cuma bisa terima begitu saja. Soalnya kita belum bisa negosiasi. Later, kalo kita udah punya nama, baru deh bisa bernegosiasi.

Yuk, mulai lirik penerbit yang bonafid. Jangan tertipu sama penerbit yang suka ngulur-ngulur pembayaran royalti.

Carilah penerbit yang mengutamakan kesejahteraan penulisnya.

Biasanya, penerbit yang gede dan cihuy sudah punya sistem yang keren. Ya... mungkin mereka akan lama memproses naskah kita. Tapi kita AMAN.

Enjoykanlah!
Source: Internet

NB. Saya lagi bahagia karena dapat kabar naskah lolos salah satu penerbit cihuy. Alhamdulillah. :)

Jumat, 20 Januari 2017

NASKAH UDAH JADI TERUS DIAPAIN?

Yippie... akhirnya masterpiece kelar. Naskah udah rampung. Kita sorak segembira mungkin. Rayakan keberhasilan karena mampu sampe garis finish. Eh... beneran ya? Feel the same? Seneng banget kalo naskah kita udah jadi.

Terus kalo udah jadi mesti gimana? Percantiklah tampilan naskah yang kita buat biar penerbit melirik. Caranya bisa dengan menambahkan endorsment pada naskah tersebut.

Kalian pernah lihat di sampul belakang buku suka nemuin komentar-komentar dari artis atau orang terkenal? Nah, itu namanya endorser!

Buku-buku saya seperti "EO For Teen, Prince n Princess Kisah 1001 Malam, dan beberapa lainnya pake endorser. Ada yang dari temen penulis, ada yang dari pengamat perbukuan. Ngefek banget sih menurut saya mah. Pernah buku saya yang sempat jadi best seller diendors sama orang wow. Eh... jangan-jangan karena si WOW itu buku saya jadi best seller ya ^_^

Endorser itu bisa buat promosiin naskah buku. Endorser bisa siapa saja. Namun, biasanya orang-orang terkenal semacam artis, tokoh politik, atlit olahraga, pengusaha, sutradara, pengamat seni, penulis.

Dapetin endorser caranya gimana? Gampang! Kita gak harus kenal calon endorser kok. Kita bisa cari data endorser yang kita mau di internet. Bisa lewat web, milis penulis, komunitas seni, dan lainnya.

Ngomong-ngomong tentang endorser, laki-laki yang sekarang jadi suami saya itu awalnya dari pedekate permintaan endors, lho! Hahay... hebat ya? Dua tujuan tercapai. Sukses dapat endors plus bisa jadi pasangan hidup. Yang kepo ceritanya bisa komen di bawah ya. Siapa tahu saya nanti bikin postingan khusus tentang ini hihihi *Please jangan muntah semuanya*

Eniwei... kalo pun naskah kita mau dibaca oleh first reader dulu, please learn to take criticism and seek it out at every opportunity. Don’t get upset, even if you think the criticism is harsh. Lah... tujuan dibaca kan salah satunya untuk dapat masukan ya? bener apa bener?

Don’t be offended even if you think it’s wrong.Terpenting always thank those who take the time to offer it. Jarang lho ada orang yang mau baca naskah kita sampe finish tanpa dibayar kecuali teman tercihuy kita.

Nah, si naskah udah ada endorsernya. Makin mantaplah naskah buku kita. Terus langkah selanjutnya adalah lirik penerbit. Ada banyak ratusan penerbit di Indonesia. Pilih aja yang kita suka....